Muda

Muda. Kata itu selalu terasa begitu bergairah, penuh semangat, kuat. Dan kapanpun kata itu diucapkan: masa depan selalu terbayang bagai bentangan waktu yang panjang.

Mumpung masih muda.” Demikian kalimat itu seolah-olah selalu bisa menjadi apologia untuk melakukan apa saja. Bagai mantra yang membolehkan kita melakukan hal-hal buruk—termasuk hal-hal yang membahayakan.

Maka demikianlah cara kata ‘muda’ menghipnotis manusia untuk memecahkan jerawat batu jadi tawuran, bersembunyi di balik alibi pubertas untuk merayakan seks-bebas, atau mengendus-endus bau selokan yang ditaburi ribuan pil dan serbuk-serbuk narkoba. Dan… benarkah untuk menjadi ‘kuat’ berarti harus melemahkan dan merendahkan orang lain? Benarkah untuk menjadi manusia ‘bebas’ berarti harus menyakiti perasaan orang lain—orangtua atau siapapun saja yang menyayangi kita.

Ah, mumpung masih muda?

Kenyataannya: bekas luka tak bisa dihapus dan dikembalikan seperti semula, kehormatan tak bisa disembuhkan dengan pil KB, dan kita hanya punya satu nyawa untuk kita jaga—bukan untuk disia-siakan! Di sanalah tiba-tiba terasa, ‘mas muda’ ternyata tidak sama dan sebangun dengan ‘masa untuk merayakan hidup yang sia-sia’.

Jika kita berumur panjang, dan masa depan tampak begitu meyakinkan, rasanya kelak kita akan sepakat pada nasihat Green Day, “Eternal youth is a landscape of a lie—masa muda yang abadi hanyalah lanskap kebohongan.” Dan manusia manapun yang terlanjur menjadi tua selalu hanya bisa menyesal; Sementara mereka tak bisa kembali ke masa lalu atau berharap diberi kesempatan hidup seribu tahun lagi.

Tapi bagaimana jika kita mati muda? Besok, misalnya, dalam sebuah kecelakaan kereta, tertimpa reklame saat hujan lebat mengguyur kota, atau apa saja yang membuat nadi-nadi kita dipaksa putus disayat pisau tajam bernama kematian? Demikianlah, jika kita mati muda, kita akan segera tahu bahwa masa muda selalu punya masa kadaluarsa yang tak terduga.

Jadi, mumpung masih muda?

Maka lihatlah dirimu, apa yang sudah kamu lakukan pada hidupmu? Berjanjilah untuk membuat wajah yang kau lihat di cermin itu tersenyum-bahagia. Dan inilah saatnya untuk membuat dosa berhenti berkuasa dalam hidup kita yang tak pernah jelas masa kadaluarsanya.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk berbahagia, bukan dengan menghancurkan masa muda kita. Ya, inilah saatnya… mumpung masih muda: sekarang, atau tidak selama-lamanya!


If I die young, bury me in satin
Lay me down on a bed of roses
Sink me in the river at dawn
Send me away with the words of a love song

Lord make me a rainbow, I'll shine down on my mother
She'll know I'm safe with you when she stands under my colors
Oh, and life ain't always what you think it ought to be, no
Ain't even gray, but she buries her baby

The sharp knife of a short life
Well, I've had just enough time

If I die young, bury me in satin
Lay me down on a bed of roses
Sink me in the river at dawn
Send me away with the words of a love song

The sharp knife of a short life
Well, I've had just enough time

And I'll be wearing white when I come into your kingdom
I'm as green as the ring on my little cold finger
I've never known the loving of a man
But it sure felt nice when he was holding my hand
There's a boy here in town, says he'll love me forever
Who would have thought forever could be severed by
The sharp knife of a short life
Well, I've had just enough time

So put on your best, boys, and I'll wear my pearls
What I never did is done

A penny for my thoughts, oh no, I'll sell 'em for a dollar
They're worth so much more after I'm a goner
And maybe then you'll hear the words I been singing
Funny, when you're dead how people start listening

If I die young, bury me in satin
Lay me down on a bed of roses
Sink me in the river at dawn
Send me away with the words of a love song

The ballad of a dove
Go with peace and love
Gather up your tears, keep 'em in your pocket
Save them for a time when you're really gonna need them, oh

The sharp knife of a short life
Well, I've had just enough time
So put on your best, boys
And I'll wear my pearls


Fahd Djibran | 25.02.2012

:::::

Berikan Komentarmu :)

0 comments:

Post a Comment

Sekarang bisa juga berkomentar melalui fasilitas bokskomentar blog, tidak perlu via FB. Silakan tuliskan komentarmu di boks di bawah ini :)